SMP NEGERI 1 KERJO

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

PERINGATAN HARI GURU NASIONAL 2020

 



    Drs. Sri Muladi, M.Pd Kepala SMP Negeri 1 Kerjo menyampaikan secara singkat bahwa SMP Negeri 1 Kerjo memperingati Hari Guru Nasional tahun 2020 dengan cara yang berbeda dengan tahun sebelumnya, ditahun ini perayaan HGN tidak dapat dilaksanakan seperti tahun-tahun kemarin, di era new normal pandemi covid 19 ini acara upacara peringatan HGN tahun 2020, Segenap warga SMP Negeri 1 Kerjo menyaksikan secara daring melalui live streaming Youtube Kemendikbud RI. Tentunya semua tahu bahwa Sebelumnya pada tanggal 5 Oktober, diperingati juga Hari Guru Sedunia, tentunya banyak yang bertanya, apa perbedaan Hari Guru Nasional dengan Hari Guru Sedunia. perlu kita ketahui soal perbedaan Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November dengan Hari Guru Sedunia pada 5 Oktober.

    Pelaksanaan Hari Guru Sedunia yang jatuh hari ini ditetapkan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 5 Oktober 1994. Peringatan Hari Guru Sedunia ini mewakili sebuah kepedulian, pemahaman, dan apresiasi yang ditampilkan demi peran vital guru, diantaranya mengajarkan ilmu pengetahuan dan membangun generasi. Menurut Unesco Hari Guru Sedunia diperingati setiap tahunnya guna memberikan dukungan kepada para tenaga pengajar di seluruh dunia dan meyakinkan mereka bahwa keberlangsungan generasi pada masa depan ditentukan oleh guru. Federasi yang mewakili pengajaran profesional di seluruh dunia Education International (EI) meyakini Hari Guru Sedunia harus dikenal dan dirayakan di seluruh dunia. EI juga percaya bahwa prinsip-prinsip Rekomendasi 1966 dan 1997 harus dipertimbangkan untuk diimplementasikan ke seluruh dunia. Lebih dari seratus negara memperingati Hari Guru Sedunia. Dorongan bagi Education International dan 401 lebih anggotanya telah berkontribusi pada tersebarnya prinsip ini. Setiap tahunnya, EI melakukan kampanye kesadaran masyarakat untuk menerangkan kontribusi profesi pengajar.

    Sedangkan dengan Hari Guru Nasional yang diperingati sebagai hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November. Perlu diketahui, PGRI sendiri merupakan organisasi di Indonesia yang anggotanya berprofesi sebagai guru. Organisasi ini didirikan dengan semangat perjuangan para guru pribumi pada zaman Belanda, pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 - seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan. Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesi

    Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, telah menetapkan hari lahir PGRI pada tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, yang diperingati setiap tahun sebagai tanda penghormatan kepada guru.

    Teruslah berkarya membimbing generasi muda penerus bangsa tanpa kenal lelah, karena guru memliki peranan penting dalam mengasah dan menyiapkan unjung tombak generasi bangsa.

Pengumuman Jadwal Penilaian Akhir Semester Gasal Tahun Pelajaran 2020 - 2021 SMPN 1 Kerjo

Penilaian Akhir Semester pada tahun pelajaran 2020 - 2021 di SMP Negeri 1 Kerjo sesuai dengan Kalender Pendidikan dan SE Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan akan dilaksanakan pada bulan Desember.

Sebagai pemberitahuan awal seluruh siswa diharapkan telah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran daring yang telah berlangsung, mengerjakan seluruh tugas dan ulangan harian pada setiap mata pelajaran.

Pastikan pencapaian nilai telah memenuhi KKM yaitu :

Kelas 7 : 75

Kelas 8 : 75

Kelas 9 : 75

Dan berikut jadwal Penilaian Akhir Semester Gasal tahun ini beserta jadwal untuk susulan.


Demikian pengumuman ini kami sampaikan agara dapat dipersiapkan bagi masing - masing siswa. Untuk materi pembelajaran tetap menggunakan 3 model yaitu:

  1. Video Pembelajaran melalui Channel Youtube
  2. Materi Pembelajaran melalui WA/Website/UKLINE.
  3. Penilaian Akhir Semester Gasal melalui aplikasi UKLINE.


Adiwiyata







Adiwiyata bermakna sebagai tempat yang baik dan ideal, di mana dapat diperoleh segala ilmu pe­nge­tahuan dan berbagai norma, serta etika yang dapat menjadi dasar manusia untuk menuju terciptanya ke­se­jahteraan hidup dalam menuju cita-cita pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, se­ko­lah Adiwiyata merupakan tempat me­wujudkan war­­ga se­k­olah yang bertanggung jawab dalam upa­ya Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hi­dup (PPLH) melalui tata kelola sekolah yang baik untuk men­dukung pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia.

SMP Negeri 1 Kerjo adalah salah satu sekolah yang berupaya untuk Pembinaan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan / Sekolah Adiwiyata, dalam hal ini SMP N 1 Kerjo memberikan pemahan tentang bagaimana mewujudkan sekolah Adiwi­yata tersebut? Ada dua prinsip dasar dari program Adiwiyata.

  1. Pertama, partisipatif. Warga sekolah ter­libat dalam manajemen sekolah melalui proses pe­­rencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai de­ngan tanggung jawab dan peran.
  2. Kedua, berke­lan­ju­tan. Keseluruhan kegiatan harus dilakukan se­ca­ra terus menerus secara kom­prehensif. 
Berdasarkan kedua prinsip tersebut, maka di­tetapkan empat komponen standar yang menjadi satu kesatuan dalam mencapai sekolah Adiwiyata.
 
Yakni, komponen pertama kebijakan berwa­wasan lingkungan dengan stan­dar kurikulum tingkat sa­tuan pendidikan (KTSP) yang memuat upaya PPLH dan alo­ka­si rencana kegiatan anggaran sekolah (RAKS) yang me­n­­­­dukung upaya PPLH ter­­­se­­but. Komponen kedua be­rupa pe­lak­sanaan ku­riku­lum ber­basis ling­kungan de­ngan stan­dar guru; mempunyai kom­petensi da­lam me­ngem­bang­kan ke­giatan pem­bela­jaran lingku­ngan hi­dup dan siswa yang telah mela­ku­kan ke­giatan pem­­belajaran ten­tang PPLH.
 
Komponen ketiga adalah kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dengan standar pe­laksanaan kegiatan PPLH yang terencana bagi warga se­kolah dan menjalin kemitraan dalam upaya PPLH dengan berbagai pihak (masyarakat, pemerin­tah, swasta, media, sekolah lain). Komponen terakhir be­ru­pa pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan de­ngan standar ketersediaan sarana prasarana pendukung yang ramah lingkungan dan pe­ningkatan kualitas pe­nge­lolaan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan di se­kolah. Dengan demikian, se­kolah Adiwiyata bukanlah se­k­olah instan/dadakan, tetapi me­m­erlukan proses.
 
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kerjo Bapak Drs. Sri Muladi, M.Pd berpesan kepada seluruh warga sekolah khususnya warga SMP Negeri 1 Kerjo, apa yang sudah dilakukan te­ruslah dikembangkan dan di­pertahankan untuk tetap men­jadi sekolah Adiwiyata. Pe­­kerjaan menjaga dan mem­per­­tahankan merupakan pe­ker­jaan yang sulit karena kita sering alpa dan merasa puas terhadap hasil yang dipe­roleh. Sa­dari bahwa pia­gam bukan ha­sil akhir, tetapi apresiasi pe­merintah atas apa yang su­dah dilakukan warga seko­lah sela­ma ini. Hasil yang terbaik adalah mengubah sikap dan pe­rilaku warga sekolah yang pe­duli dan berbudaya ling­kungan dalam kehidupan se­ha­­ri-hari baik semasa berada di se­kolah maupun di luar se­kolah. Karena itu, diper­lukan pro­ses pemahaman, penya­da­ran, dan perubahan sikap dan perilaku tersebut. Jadi, ti­dak cukup dengan menghapal visi dan misi baru sekolah akibat mengikuti program sekolah Adiwiyata.Diharapakan dengan penuh kesadaran bahwa di lingkungan sekolah dapat tetap terus menanamkan rasa peduli terhadah lingkungan.

Tips Belajar






Dimasa Pendemi Covid-19 tak telah mendatangkan keprihatinan bagi hampir seluruh masyarakat di dunia. banyak sektor yang terpengaruh, dunia pendidikan adalah satu yang paling krusial. Sekolah –sekolah belum diperbolehkan melaksanakan aktifitas kegiatan belajar mengajar dengan sistem tatap muka seperti sedia kala, kini pendidik, tenaga kependidikan dan siswa terpaksa harus belajar dari rumah. Agar siswa tidak bosan, beragam tips belajar yang efektif pun dibagikan.

Memasuki tahun ajaran baru sekolah, menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua yang harus berurusan dengan sekolah virtual bagi anak-anaknya. Padahal, rumah sejatinya adalah tempat untuk beristirahat, bermain dan bersosialisasi. Namun, selama masa pandemi Covid-19 rumah mejadi tempat belajar dan sekolah secara virtual.

Masalah belajar dirumah juga ada permasalahannya seperti pendampingan, mengajak anak fokus belajar, koneksi internet atau gadget yang lelet, dan banyak lainnya pun menjadi hal yang harus dihadapi sebagian besar para orang tua.

Berikut ini beberapa tips belajar efektif di tengah pandemi virus corona, agar kegiatan belajar virtual berlangsung menyenangkan. Yang merasa orang tua, yuk disimak!

Pilih Ruangan Belajar

Tempat yang nyaman menjadi kunci dalam melakukan belajar  atau sekolah  secara virtual. Pilih ruangan yang membuat anak nyaman dan manfaatkan ruangan atau halaman rumah  dengan sirkulasi udara yang baik. hindari belajar diatas tempat tidur ataupun didepan televisi sebab akan merusak konsentrasi anak.

Tetapkan Waktu Belajar Efektif

Terapkan disiplin atau kebiasaan dan juga tanggungjawab untuk konsisten dalam memulai waktu belajar atau sekolah seperti halnya di sekolah. Tetapkan waktu yang tepat untuk memulai belajar dan tentukan juga batas waktu untuk memulai sekolah virtual atau belajar. Hal ini dilakukan agar anak dalam menjalankan sekolah virtual tidak dalam kondisi dipaksa ataupun terpaksa melakukannya. Dengan begitu, dalam menjalankannya anak akan dengan hati melaluinya. Ajarkan anak untuk berkomitmen dengan waktu belajar dengan cara memasang alarm, Lakukan kegiatan yang menyenangkan, Ajarkan teknik relaksasi ini setiap kali anak kehilangan fokus.

Kenali Gangguan yang Merusak Konsentrasi

Tips belajar efektif lainnya adalah dengan mengenali gangguan yang mungkin merusak konsentrasi belajar. Ini bisa datang dari mana saja, termasuk dari orang tua sendiri. Adapun beberapa hal yang kerap mengganggu proses belajar di rumah adalah gadget, televisi, mainan  dan lainnya.

Kenali Tipe Anak

Anak memiliki karakteristik yang berbeda cara belajarnya, lakukan dengan cara yang disenanginya. Adakalanya anak merasa mampu dan cepat menangkap pelajaran dengan cara dinyanyikan, dan masih banyak lagi. Dengan begitu akan mempermudah anak untuk menangkap apa yang diajarkan.

Mendampingi Anak Selama Belajar

Faktor paling penting dalam melaksanakan belajar secara virtual adalam pendampingan orang tua, mulai dari mengarahkan hingga memberikan contoh dalam mempelajari pelajaran, mengarahkan anak untuk focus hingga menjadi teman diskusi dalam belajar.

Jaga Komunikasi Dengan Guru

Orang Tua diharapkan terus melakukan komunikasi dengan para guru dan jangan sungkan untuk menanyakan hal-hal teknis yang berkaitan dengan pelajaran yang akan diberikan. Bila perlu, sebelum memulai pelajaran, para orang tua juga perlu mendalami teknik-teknik menjadi guru agar bisa diaplikasikan selama proses belajar secara virtual.

Ulangi Pelajaran dan Latihan

Pelajaran yang sudah dipelajari secara virtual dengan para guru, sebaiknya di ulangi di waktu yang berbeda dengan begitu anak akan terus mengingat dan semakin memahami apa yang disampaikan. Lakukan juga beberapa latihan yang bisa dibuat agar anak terbiasa dan semakin memahaminya.

Selamat mencoba ya.